NINJUTSU INDONESIA

 

Kisah sang Pelopor Ninjutsu di Indonesia

SUATU KETERAMPILAN BELADIRI DAN SENI SPIONASE YANG MENYATU

Dengan budaya, politik, dan sejarah Jepang. Berkembang di tengah kancah perang saudara, lantas menjadi ilmu pembunuh gabungan teknik berkelahi yang canggih, kegiatan mata-mata, dan spiritual. Itulah Ninjutsu, ilmunya para NINJA ! 

San moon, dilahirkan di kota Semarang dari pada tahun 1969, dari sana San Moon menerima kehidupan hingga dewasa selepas pendidikan SMA di Kesatrian angkatan 1988 tempaan dan disipliner yang dirterima dari pendidikan orang tuanya yang berasal dari Militer, membuat beliau tahan terhadap cobaan dan kesulitan hidup, menjelang remaja San Moon telah belajar dari banyak guru beladiri, berawal dari Silat Jawa, Kempo, Karate, Merpati Putih dan Tae Kwon Do juga belajar beberapa Tokoh Kebathinan,Ilmu Kejawen dan pengobatan salah satu ilmu yang matang dia pelajari adalah "Lembu Sekilan" (Ilmu yang mampu Manahan Pukulan dalam jarak 1 Jengkal) dan "Bagas Pathi" (Ilmu Memasukkan Api Dalam Tubuh lewat Tenaga Dalam) sehingga lawan yang dikemasukan Pukulan Bagas Pahi tersebut, selang 7 hari akan Melepuh kulit dan isi perutnya). 

Sanmoon 

Sensei SANMOON

 

 

 

 

 

 

 

 

Selepas Menamatkan SMA Sanmoon, Mengembara di Pulau Dewata di tahun 1989 dari sana, beliau mengawali pengembaraannya dalam menempuh Beladiri Ninjutsu, Di tahun yang sama Beliau Hijrah ke Kalimantan dan Bekerja di Sebuah perusahaan kayu sebagai Cruiser, menjelah hutan demi hutan belantara dari Kalimantan Selatan Hingga di Kalimantan Tengah, dari sana tidak lupa

San Moon telah belajar beberapa ilmu silat Dayak yang terkenal adalah Silat Bang Koi : Silat Monyet hutan yang mampu berlari di kegelapan hutan rimba tampa alas kaki dan bersuara dan ilmu Mandaw:Pedang orang Dayak (dari seorang Dayak di pedalam bernama "Karmen" dari persahabatannya di belantara hutan Muara Tuhub Kal-teng)) dan beberapa ilmu pengobatan serta ilmu kebathinan serta ramuan-ramuan khas Dayak, dalam pengembaraanya Beliau bertemu dan bersahabat dengan seorang Pesilat handal dari tanah Bugis dan San Moon sempat belajar dari beliau beberapa jurus. Sekembalinya di Kota Banjarmasin, San Moon mempunyai beberpa murid salah satunya seorang petinju.

 

 

 

Setelah 2 Tahun, didalam kegelapan Rimba belantara hutan Kalimantan, San Moon berniat untuk melanjutkan Studinya di Negri Kanguru Australia, setelah uang saku mencukupi,tahun 1991 Beliau terbang ke Kota Melbourne Australia seorang diri, ternyata dalam pengembaraannya untuk menuntut studi tsb. tidak semulus dan semudah di tanah air sendiri, gangguan demi gangguan kecil dia lalui dari perkekelahian jalanan hingga usaha penodongan di stasiun kereta, "saya Ingat betul kejadian itu ! " ujar San Moon.

cerita: Berawal dari sepulang San Moon mencari uang tambahan di Melbourne guna menyambung hidup sehari-hari di Bengkel Mobil, pulang sudah menjelang sore hari, dan cuaca dingin sekali....musim salju yang pertama saya lalui (kenang sanmoon)

dan ada sebagian daerah yang sudah tertutup dengan salju. dan biasanya banyak orang keluar untuk bermain SKY olah raga luncur di atas dataran es salju.

sesampainya di stasiun Victoria saya terasa ingin buang air kecil, dan saya putuskan untuk pergi ke Toilet, diasana saya jumpai 2 orang pria yang juga sedang buang hajat, saya tidak berfikir macam-macam dan langsung saja saya buang hajat di closet dan menjadi kebiasaan saya bila buang air kecil selalu tidak membuka sabuk, hanya resleting saja.. tampa saya curiga sedikitpun tiba-tiba seseorang teloh menodongkan pisau lipat yang tajam di punggung saya dan menekan hingga rapat ke dinding, sambil memaksa untuk melepas ikat pinggang, saya jadi bingung sekali kenapa dia ingin melepas ikat pinggang saya atau dia ingin ikat pinggang kulit saya yang jelek ??????..." ternyata setelah saya sadari dia menginginkan saya untuk diperkosa seperti seorang Gay.

Kontan amarah saya jadi memuncak..!!! dengan mengerahkan tenaga dalam ke punggung yang tertempel pisau dipunggung menggunakan ilmu "Lembu Sekilan" saya putar badan saya dan langsung memasukkan Tendangan dan pukulan kearah alat vitalnnya hingga hancur, dan berakhir dengan 1 pukulan telak "Bagas Pathi" ke muka sang Gay tersebut, hingga terjerembab di lobang Toilet menahan kepanasan mukanya setelah menerima pukulan saya, sekilas saya lihat dia meraung-raung histeris sambil mendekap mukanya yang kelihatan mulai tampak kehitam-hitaman membekas telapak tangan dari bibir hingga diatas telingga. setelah dia tidak berdaya ternyata temannya ingin membantu 1 rekannya jatuh dengan berusaha menyerang saya dengan 1 pukulan ke muka saya, kontan dengan 1 loncatan dengan mengambil kuda-kuda bawah yang rendah,

saya kirim 1 tendangan lipat jari tekuk dari bawah keatas yang saya pelajari dari ilmu silat Dayak  dengan awalan dari kuda-2 bawah ke arah selakangan, akibatnya dia terpental hingga keluar dari Toilet jatuh di rel kereta api..! kontan saya mengambil langkah seribu guna menyelamatkan diri, karena saya lihat tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut. saya putuskan untuk naik Bus Jurusan apa saja hingga jauh dari stasiun. (Bukan takut oleh penjahat, tapi takut ada polisi AUS yang melihat secara huhum saya kalah karena tidak ada saksi yang melihat saya ditodong dan saya memakai beladiri untuk kekerasan) maklum negara Australia beda dengan negara kita, tidak ada saksi tapi terbukti lawan memar kita pukul, dan jelas dia yang menodong, kita yang masuk penjara.(Aneh...hehehehe)

kelakar San Moon di sela-sela candanya setelah istirahat mengajar diantara murid-muridnya. saat itu sedang mengajari ilmu pedang ninja-to (BIKEN)

Tiga bulan di Negri Kanguru, San Moon masuk di perguruan di salah satu perguruan tinggi Universitas, di sana tantangan terus menerus tiada henti dari rekan-rekan sekampus yang waktu itu masih kurang suka dengan warna kulit saya yang berbau Indonesia, tapi satu persatu dapat di lumpuhkan.

Di Sela-sela kesibukan kampus, Beliu berkenalan dengan seorang Gadis kebangsaan Chili yang pertemuan dan berkenalannya diawali dengan menolong dari perkelahian, sa'at itu sepulang kuliah San Moon dengan Sepatu Roll Blate nya meluncur diatara trotoar... dilihat seorang gadis di kerubutin 4 orang dengan paksa, dan terjadi perkelahian yang tidak seimbang...tetapi sang gadis tampak lincah dan luwes melayani 4 orang pria, dengan gerakan beladiri yang agak asing dimata San Moon, baik pukulan,Tendangan, bantingan, Kuncian dan gerak Saltonya.. dan sangat mengherankan seorang gadis cantik dapat membuat kewalahan 4 orang pria yang bertubuh lumayan kekar dan memakai alat pentungan Bola...(?????) karena pas kejadian itu di depan mata dan hanya saya saja yang melihat .... saya coba buat melerai.. eee malah saya kena pukul, kontan dengan beladiri yang ada San Moon miliki terjun dalam dalam arena perkelahian, karena tergesa-gesa melepas sepatu roda sampai lupa memakai sepatu Tenis saya, dengan kaki telanjang... San Mon membantu melawan ke 4 pria tersebut, kekuatan menjadi 4 melawan 2 orang,jadi 1 orang menghadapi 2 orang lawan.. dan dengan susah payah kedua lawan dapat San Moon atasi dengan mematahkan hidung dan selakangan sang Bule-bule tersebut. demikian juga dengan Gadis tersebut yang mahir memainkan doble Stick dengan cepat sehingga tidak lawan lawan terkapar di tanah.

Sejak pertemuan itu San Moon bersahabat dengan san gadis Chili yang ternyata bernama Carrolina, dan sepanjang perjalanan pulang saya beranikan diri untuk bertanya ilmu beladiri apa yang dia pelajari sehingga mampu mengalahkan 2 orang pria tadi dan dengan agak malas dia jawab "NINJUTSU" waktu itu saya kurang paham dengan Ilmu beladiri tersebut karena pengetahuan saya tentang beladiri Asing dan Jepang kurang luas. Kerena pensaran saya coba bertanya-tanya terus hingga saya mengerti apa itu NINJUTSU (Ilmu beladiri kaum Ninja dari Jepang). Setiap hari, cerita Teman saya tentang Ninjutsu semakin mengusik tidur dan fikiran saya, karena bertahun-tahun saya mencari dan terus mencari beladiri itu untuk mempelajarinya karena di Indonesia tidak ada, serta kebetulan teman saya tahu betul..tentang dunia Ninjutsu maka saya coba untuk bertanya dimana saya bisa belajar NINJUTSU tersebut, dan dia bilang ada dipingiran kota Victoria tepatnya di daerah Dandenong, saya harus naik kereta api untuk pergi kesana.

Maka dengan nodal tekat dan sedikit bekal saya coba mencari alamat yang diberikan Carrolina, dan dalam perjalanan saya coba untuk menelpon ke sekertariat NINJUTSU. Dan hanya diberitahu tempat yang terdekat saya berdiri dari dari kotak telpon sebuah sekolah SMU kalau nggak salah spt.itu jam sa'at itu menunjukkan 2 Siang..dan cuaca agak cerak dan biarpun ada matahari angin bertiup sangat kencang sehingga hawa dingin memasuki sela-sela jaket tebal saya dan membuat badan menggigil, saya jumpai gedung itu kosong tidak ada kegiatan sekolah atau seorangpun yang lewat hanya sesekali lewat anak anak remaja meluncur ditrotoar dengan skeate Board. saya tunggu hingga jam menunjukkan 5 sore, dan perut saya sudah sangat lapar karena tadi siang belum sempat untuk makan, dan saya ingat di tas saya masih ada bekal Roti setangkup yang saya isi ikan tuna yang sudah saya persiapkan dari rumah kost dan sebotol susu.

sambil menunggu saya makan duduk dibangku taman sendirian di samping gedung AULA SMU, belum sempat makanan saya habis tiba-tiba sebuah mini bus berhenti dan masuk dipekarangan SMU tersebut dan berhenti tak jauh dari tempat saya duduk, karena saya menyangka mungkin orang tua Murid yang sedang menjemput anaknya...!! dan muncul 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan mendekati saya dan ditangannya seperti membawa kain hitam yang digulung ditangan, 2 orang menyebar di belakang saya dan 2 orang di depan karena saya sedang makan saya menjadi tidak fokus dengan mereka pikiran saya mungkin mereka menginginkan tempat duduk ini untuk berbagi. saya coba buat tersenyum dengan mereka..tapiiii... tiba tiba dia bertanya "Are you San Moon ?" saking kaget saya jawab "Yes I'am!" (kok dia kenal saya) belum hilang rasa kaget saya, tiba-tiba 2 orang pria yang dibelakang saya menekan urat bahu kanan saya hingga terasa lemas dan satunya memegang kedua tangan saya kebelakang yang masih memegang roti dan susu, 2 orang gadis di depan saya maju sambil menempelkan plester tebal ke mulut saya yang masih penuh dengan roti yang sedang saya kunyah...!! dan pandangan saya jadi gelap karena tahu-tahu kepala saya sudah ditutup dengan kain hitam sebatas bahu dan tangan saya terikat dengan plesterrr...duh!

Sialan banget kok bisa sich!...biasanya kalau ada bahaya saya cepat tanggap, tapi kini saya jadi bulan bulanan mereka dan dengan mudah diringkus kayak penculikan teroris saja. Dan saya dimasukkan dalam mobil dengan paksan dan tas ransel saya. Sekian jam dan berkelok sebentar belok kanan sebentar belok kiri dan kadang terus dan melelahkan saya ukur dan perkirakan sekitar 30 menit saya meringkuk di belakang begasi mobil itu.

Saya terasa diturunkan dari mobil dan digelandang memasuki sebuah tempat yang terang benderang, saya rasakan cahanya masuk lewat sela-sela kain penutup muka saya. Saya dipaksa untuk jongkok di sebuah lantai yang terbuat dari papan karena dari bunyi dengkul saya beradu dengan lantai. Dan tak lama kemudian terdengar bunyi orang berlarian masuk di daerah sekirar saya jongkok kira sebayak 30 an orang dari bunyi dan berisiknya,  sesaat kemudian senyap lagi, selang beberapa menit di sebelah saya ada seperti seseorang yang juga dipaksa duduk seperti saya dan dari kejauhan terdengan seseorang teriak “Open.!” Dan 2 langkah orang mendekati saya dan berusaha membuka kerudung muka saya dan plester yang melekat di mulut dan tangan. Setelah terbuka dengan samar-samar saya lihat disekeliling saya penuh dengan orang-orang yang berpakaian hitam-hitam hanya mata mereka yang kelihatan duduk tersimpuh seperti orang jepang,

Pandangan saya coba buat melihat sekeliling ruangan dan menunjukkan khas Aula tempat beladiri atau biasa disebut Dojo. Dan di tengah dinding depan saya terpampang bendera putih dan bertuliskan coretan tulisan jepang yang saya tidak mengerti besar sekali, dan kiri kanan terdapat rak tinggi terdapat pedang-pedang samurai tersusun rapi disana dan kanan juga sama terdiri sebuah rak dan berisi Pedang kayu seperti Samurai.

Seseorang diantara mereka maju ke depan saya, ternyata saya berada tepat ditengah kerumunan mereka dan kiri kanan saya juga terdapat beberapa orang tepatnya 5 orang disaping saya, tidak sendirian ternyata diantaranya sekilas saya lihat seorang berkebangsaan India dari raut muka dan perawakan serta warna kulitnya. “Anda bernama San Moon, ?” Tanya seseorang dengan tiba-tiba dengan aksen Inggris Australian dengan cepat saya jawab “Ya, betul..!” dan dia memberikan kertas selembar ke saya juga sebuah pen disana demikian juga dengan yang lain ternyata setelah saya baca sebuah formulir pendaftaran masuk perguruan NINJUTSU saya jadi cengang dan senang sekali ternyata saya sudah berada diantara para Ninjutsu san dan berkenan untuk bnergabung dengan mereka. Singkat cerita Formulir saya isi dengan lengkap dan salah satu pertanyaan disana yang menanyakan latar belakang beladiri saya, dengan bangga saya isi semua mualai dari belajar Silat, karate, Kempo dll.hingga tidak muat kolomnya. maklum saking senangnya dan biar kelihatan wah dikit. 

Satu persatu kami dipanggil dan dibacakan isian saya tadi, dan kebetulan saya yang pertama dan saya dipersilahkan berdiri di tengah-tengah lingkaran ditengah dan mereka membacakan riwayat latar belakang beladiri saya dan sangat heran dan terkejut…serta kagum! Saya hanya bias nyengir aja…!. Tak lama diapanggil seseorang dari diantara merak untuk maju kedepan dan saya dipersilakan untuk merobohkan , dan dengan jurus pembuka dengan gerakan tendangan Tae Kwon Do teryata serangan saya bias dihindari dengan cara merundukkan badan kebawah dan merapat kebadan saya dan disiti pertama kalinya saya terjatuh terlempar dengan hanya pukulan menempel di kaki yang sedang meluncul melancarkan tendangan ke samping dan diteruskan ke luar dan saya kehilangan keseimbangan dan direuskan dengan tarikan di jidat saya dari samping kontan saya terjatuh kelantai

 tidak terlakkan lagi tampa dapat menahan dengan tangan. Dengan terkapar saya coba bangun dan menyerang lagi dengan jurus dan pukulan kombinasi silat dan Kempo… dan lagi lagi saya terbanting di lantai entah bagaimana caranya…! Dan yang ketiga kalinya pertarungan dihentikan oleh seseorang yang dari tadi berdiri di ujung ruangan. Saya dipersilahkan istirahat di tepi dekat teman yang lain.

 

Sambil istirahat saya lihat yang lain pun bernasip sama dengan saya, merakhir diatas lantai tampa bias berkutik. Setelah mereka selesai semua mereka bersaman berteriak Host ! Host ! dan sebuah tepuk tangan sepontan bereka menghadap dinding yang ada tulisan kanji sambil jongkok satu kaki terangkat dan satunya di lipat di belakang, mereka bersamaan bertereak HOST! Sekali lagi sambil mukanya ditundukkan ke bawah, berdiri disana seorang pria Bule dengan baju hitam dan celana yang mirip Rok ala jepang berdiri dan kemudian duduk. Dan mereka semua duduk bersila dan sebuah tepuk tangan mengawali mereka membungkuk memberi hormat spt. Orang jepang dan diikuti seseorang yang ada didepan. Baru mereka spontan secara bersamaan melepas kerudung masing-masing. Dan saya sempat bengong dan malu ketika saya lirik lawan saya tadi adalah seorang gadis bule yang potongannya mirip cowok, rombut pendek badan atletis dan dada agak rata dengan raut muka yang lemayan manis.

(dalam hati saya malu bisa dikalahkan oleh seorang perempuan dan saya lihat diantara mereka ada teman saya Carrolina. Geli dan Jengkel seperti dikerjain juga senang bisa bergabung dengan mereka.

Sa’at itu kami dilantik menjadi anggota baru dengan di siram air aqua ke kepala dan langsung diberikan pakaian dan sepatu.